KOTA GARANG
disini
dikota ini
dinegeri asing ini
aku tak bisa melumat perasaan nyeri, semua orang adalah pancasona yang melirik seperti anjing yang kehausan. tegar harus kunyatakan dengan seluap semangat menari dalam pancaran goda menggoda. sungguh tak tega ketika melihat gencaran binatang-binatang sampah yang kehilangan kendali penyatuan jiwanya kadang apakah yang ia rasakah , akupun hanya tersenyum lirih menatap lunglai tak berdosa seperti halnya seperti itu.
malam menjanjikan sebuah misteri yang hinggap ditengah-tengah kejenuhanku dalam menatap suasana panas dan galmor membuat tubuh ini ambruk hancur hanya nyanyian hati yang mengetuk menari menahan keinginan yang besar, aku mencoba kembali meluapkan fiiran fiktif ini semakin menjajal aku semakin meluapkan kegelisahan yang diwarnai dengan seribu realitas yang menusuk jati diriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar